Konsultasi Islam

http://konsultasi.wordpress.com
Mengatasi Masalah dengan Syariah
Tanya : Ustadz, ada yang bilang bahwa menggambar atau membuat patung makhluk bernyawa hukumnya boleh asal tidak untuk disembah, apakah itu benar? Katanya patung dibolehkan karena Nabi Sulaiman AS pernah membuat patung? (Abdurahman, Bantul). Jawab : Memang ada ulama yang berpendapat bahwa larangan menggambarmakhluk bernyawa (dzawat al arwaah) seperti manusia atau hewan didasarkanpada suatu illat (a...
Soal: Bagaimana status kewarganegaraan dalam Negara Khilafah? Bagaimana konsekuensi kewarganegaraan seseorang? Adakah Islam mengenal status kewarganegaraan ganda?  Jawab: Kewarganegaraan sering diistilahkan dengan “Jinsiyyah”. Mengingat istilah “Jinsiyyah” ini sudah mengandung konotasi tertentu, maka istilah ini tidak kita gunakan, agar kita terhindar dari persepsi yang salah tentang...
Pertanyaan: Assalamu ‘alaikum. Saya bekerja di salah satu universitas Palestina. Banyak kesempatan kami melakukan pekerjaan tambahan (lembur) akan tetapi kami tidak mengambil upah pekerjaan tambahan ini melainkan ditahan oleh universitas sebagai piutang kami yang ada dalam tanggungan universitas. Bisa jadi, rekening salah satu dari kami telah jauh melebihi nishab zakat (setelah bertahun-tahun pe...
Soal: Bagaimana hukum dialog antar agama, dengan tujuan untuk mencari titik temu antar berbagai agama? Jawab: Istilah “dialog antar agama”, dalam bahasa Arab disebut, al-hiwâr bayna al-adyân, sebenarnya istilah yang lahir dari rahim ideologi Kapitalisme. Kapitalisme, sebagai ideologi yang dibangun berdasarkan akidah Sekularisme yang memisahkan agama dari kehidupan jelas tidak memberikan ruan...
Tanya : Ustadz, saya mau beli rumah yang katanya KPR Syariah, tapi ada akad kalau saya tidak punya agunan maka sertifikat rumah dititipkan kepada pihak ketiga (bisa di save deposit box di bank, notaris, dll). Jika sertifikat itu diperlukan oleh salah satu pihak (pemilik atau developer), maka pihak itu harus ijin kepada yang lain. Apakah akad penitipan sertifikat ini syar’i? (Ferryal Basbeth, Jak...
Tanya : Ustadz, kalau kita membagikan zakat apakah harus diberikan lewat Amil Zakat yang ada sekarang, ataukah boleh langsung diberikan kepada para mustahik zakat, yaitu fakir, miskin, dst? (Lita Mucharom, Jakarta). Jawab : Sesungguhnya Amil Zakat yang syar’i saat ini sudah tak ada lagi. Mengapa? Karena Amil Zakat sesungguhnya adalah para petugas zakat yang diangkat oleh Imam (Khalifah). Padaha...
Soal: Bagaimana urgensi Khilafah Islam dalam penyatuan 1 Ramadhan dan 1 Syawal? Pasalnya, hingga saat ini, setelah runtuhnya Khilafah, seolah umat Islam sering berpuasa dan berhari raya berbeda-beda. Jawab: Untuk menjelaskan urgensi Khilafah dalam konteks ini, kita harus melihat dalil-dalil tentang statusmathla’ (tempat bulan terbit) untuk menentukan 1 Ramadhan dan Syawal. Pertama: Hadis penutur...
Soal : Ustadz, bolehkah bagi hasil dalam mudharabah ditetapkan dalam nominal rupiah, bukan dalam nisbah (persentase) dari laba? Misal, dalam suatu akad mudharabah pemodal (shahibul mal) berkontribusi modal 2,5 juta rupiah kepada mudharib (pengelola modal), digunakan untuk berdagang 1 unit komputer dalam jangka 2 minggu. Lalu disepakati bahwa profit yang akan diperoleh, yakni sebesar Rp 500 ribu, d...
Tanya: Ustadz, mohon dijelaskan hukum KPR dalam pandangan syariah Islam (Nita, Yogyakarta) Jawab: KPR (Kredit Pemilikan Rumah) adalah kredit yang diberikan bank atau lembaga pembiayaan kepada nasabah untuk membeli rumah dari pihak developer. Pihak dalam KPR ada 3, yaitu: pembeli (nasabah), developer dan bank (atau lembaga pembiayaan). Mekanisme KPR pada umumnya sebagai berikut; Nasabah (pembeli)...
Tanya : Ustadz, mohon dijelaskan tentang ikhtilat, pengertian dan batasan-batasannya! Jawab :Ikhtilat (campur baur pria wanita) adalah adanya pertemuan (ijtima’) dan interaksi (ittishal) antara pria dan wanita di satu tempat. (Sa’id Al Qahthani, Al Ikhtilath Baina Ar Rijal wa An Nisaa`, hlm. 7). Dari pengertian ikhtilat tersebut, terdapat 2 (dua) kriteria yang harus ada secara bersamaan hingg...
Tanya: Ustadz, bolehkah mahasiswa muslim mengikuti ibadah misa Natal di gereja dengan alasan akademis ilmiah? Jawab : Haram hukumnya seorang muslim mengikuti atau menghadiri ibadah misa Natal di gereja walaupun untuk alasan akademis ilmiah. Alasan akademis ilmiah ini meskipun kelihatannya baik, tetapi sesungguhnya tetap tidak dapat menghalalkan sesuatu yang haram. Karena sesuatu yang haram dalam I...
Pertanyaan: Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah wa barakatuhu. Saya seorang mahasiswi keperawatan. Saya sedang kuliah di Universitas Hebron. Ustadzah yang mengajar kami mulai mengambil kursus di bidang pengobatan menggunakan energi. Dan ia ingin menyelesaikan magisternya dalam bidang itu. Akan tetapi, seorang rekan kami membahas masalah tersebut dan ia mengatakan bahwa itu adalah haram secara syar...
Pertanyaan: Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah wa barakatuhu. Syaikhuna, saya punya pertanyaan: apakah benar bahwa para sahabat yang berhijrah ke Habasyah berperang bersama Najasyi melawan musuh Najasyi, mereka mengharapkan kemenangan Najasyi dan bergembira dengan kemenangannya? Sebab peristiwa ini dijadikan dalil oleh sebagian masyayikh di Tunisia atas bolehnya pemilu parlemen dan presiden dan me...
Pertanyaan: Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah wa barakatuhu. Saya ingin mengetahui esensi shalat istikharah. Apakah orang yang beristikharah melihat sesuatu dalam mimpinya setelah melakukan istikharah? Saya berharap mendapat jawaban secepat mungkin dan semoga Allah memberi Anda balasan yang lebih baik. Jawab: Wa’alaikumussalam wa rahamatullah wa barakatuhu. Nabi saw telah menjelaskan shalat is...
Tanya : Ustadz, benarkah yang akan menegakkan kembali Khilafah nanti adalah Imam Mahdi? (Afrian Satria, Bantul) Jawab :             Tidak benar pendapat yang mengatakan bahwa yang menegakkan kembali Khilafah adalah Imam Mahdi, karena terdapat dalil-dalil syar’i yang justru menunjukkan bahwa Khilafah akan tegak lebih dulu sebelum munculnya Imam Mahdi. (Sa’ad Abdullah ‘Asyur & Nas...
Tanya : Ustadz, mohon jelaskan hukum nikah mut’ah! Jawab : nikah mut’ah (temporary marriage) adalah menikah dengan seorang wanita untuk jangka waktu sementara dengan mahar tertentu. (nikaah al mar`ah li muddah al mu`aqqatah ‘ala mahrin mu’ayyan). (Rawwas Qal’ah Jie, Mu’jam Lughah Al Fuqaha`, hlm. 309). Misal seorang laki-laki berkata kepada seorangwanita,”Aku beri engkau harta sekia...
© 2016 - blog-indonesia.com