Fiscus Wannabe

http://fiscuswannabe.blogspot.com/
Hidup selalu soal keberanian menghadapi yang tandatanya
Medio 2012, Dasep Ahmadi, seorang insinyur asal Depok, mulai mengembangkan mobil listrik. Mobil listriknya, Ahmadi 5.0, telah diuji coba langsung oleh Menteri BUMN saat itu, Dahlan Iskan. Untuk tahap awal, Ahmadi 5.0 ditargetkan untuk menjadi mobil nasional dengan produksi lima ribu hingga sepuluh ribu unit. Belum sempat terealisasi, Jaksa Agung menjerat Ahmadi 5.0 ke dalam dugaan kasus...
Sepertinya, hampir di semua ruang kerja di Jakarta ada kaleng kerupuk. Pengalaman saya di kantor yang lama dan di kantor yang sekarnag, keduanya ada kaleng kerupuk. Dulu, almarhum Pak Dodi sangat suka sekali kerupuk. Hampir setiap jam makan selalu terdengar derit kaleng kerupuk yang lalu diikuti bunyi kriuk-kriuk. Ketika penggemar setianya telah tiada, kini kaleng kerupuk itu kesepian.
Malam tadi saya membantu isteri menilai blog mahasiswanya. Mereka adalah mahasiswa teknik informatika yang sedang mengambil mata kuliah Ilmu Budaya Dasar, serupa Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Terintegrasi yang ada di UI.  Lumayan bingung juga ketika harus memberi nilai. Kebanyakan membuat blog hanya untuk menggugurkan kewajiban, yang setiap artikelnya hanya terdiri dari satu...
Kebijakan pemerintah menetapkan kriteria jasa kesenian dan hiburan yang tidak dikenai Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menuai banyak komentar negatif. Satu di antara yang ikut berkomentar adalah Muhammad Nasir Djamil, Anggota DPR dari Fraksi PKS. “Saya menyesalkan sikap pemerintah yang memasukkan diskotik, karaoke, klab malam, dan sejenisnya masuk ke dalam kriteria jasa kesenian dan hiburan...
Orang Sunda mengenal ojek sebagai ojég, akronim dari ongkos ngajégang. Yandi Kermit turut mempopulerkannya dalam lagunya:Ojég. Ngajégang adalah posisi kaki yang terbuka lebar, entah itu ketika berdiri, duduk, maupun berbaring. Yap! Mengangkang. Mungkin istilah ini muncul karena penumpang ojek duduk mengangkang. Memang ada pula yang duduk menyamping. Tetapi fitrahnya motor memang didesain agar...
Usai empat puluh menit berdesak-desakan di dalam gerbong kereta rel listrik, saya tiba di Stasiun Gondangdia. Jam masih menunjukkan pukul delapan kurang lima belas menit, masih sempat kalau saya menuju kantor dengan naik Kopaja. Biasanya, kalau naik Kopaja dari Stasiun Gondangdia, saya selalu memilih bangku paling depan, tepat di samping sopir. Alasannya tentu karena keamanan dan kenyamanan,...
"Hanya keledai yang jatuh ke lubang yang sama dua kali." begitulah para karuhun berpetuah. Sedari sebelum puasa, saya acuh terhadap setiap pro kontra yang muncul di media konvensional, yang ujung-ujungnya pasti diseret ke media sosial. Tapi lama-lama jengah juga melihat berita-berita ngawur berseliweran di lini masa. Satu yang paling anyar adalah soal “fatwa haram BPJS”. Saya haqul...
Jogja kota bersahaja, menjaja semua pesona. Ada istana raja. Ada wisata belanja. Pun pantai bermentari senja. Dari remaja hingga lansia, semua dimanja. Merdu lagu mengalun syahdu, menyeka isak yang bersedu. Jogja tak pernah ragu, menancapkan rindu di hati individu yang mencumbunya. Setangkup sendu yang merindu, menjadi candu yang memandu. Sesekali berharap kembali, menali kisah di Kota Seni.
Sedari kecil, saya diajari untuk membeli sesuatu dengan uang sendiri. Ketika ada sisa uang jajan, saya riang menabungnya. Kadang ditabung di celengan. Kadang juga ditabung di sekolah. Beruntung, SD saya dulu menyediakan tabungan agar peserta didiknya terbiasa menabung. Meski saya sedikit kecewa ketika sekolah memberikan reward berdasarkan nominal saldo, bukan berdasarkan frekuensi setoran.
Entah sejak kapan, di negeri ini, jomblo dianggap sebagai second class society. Narasi dan imaji tentangnya dikonstruksi secara negatif. Padahal, jomblo juga memiliki perasaan: bisa merasakan cemburu, galau, berharap, putus asa, dan rasa-rasa lain yang dirasakan oleh manusia yang sudah berstatus ganda campuran. Jangan lupa bahwa setiap dari kita juga terlahir sebagai jomblo. Miris...
Saya punya kebiasaan untuk selalu menyampul buku. Hampir semua buku saya sampul sendiri. Jika ditengok ke belakangan, kebiasaan ini sudah saya lakukan sedari SD. Waktu itu, buku-buku tulis selalu saya sampul berlapis. Pertamanya saya sampul dengan sampul warna cokelat, bergambar. Terakhir dipoles dengan sampul plastik bening. Di sampul warna cokelat biasanya ada wejangan, peribahasa, semisal...
Jika aku menjadi adalah reality show di salah satu teve swasta, entah sekarang masih tayang atau tidak. Pernah ada faksi yang mengkritik program tersebut karena dianggap terlalu mengeksploitasi kemiskinan. Menurutnya, penonton hanya diajak untuk menangisi "kengenesan" nasib kaum miskin, tapi setelah itu nihil aksi nyata. Namun, bukan itu benang merah yang ingin saya coba uraikan. Tiga...
Kamis, hari dua puluh satu bulah lima tahun dua ribu lima belas masehi, menjadi sangat bersejarah dalam hidup saya. Hari itu, Kancil melahirkan anak pertama kami, Jagoan. Alhamdulillah persalinan berjalan dengan normal dan Jagoan kami lahir sehat wal afiat. Iya, Kancil, nama yang tercetak di kaos seragam futsal biru itu adalah nama kecil isteri saya. Sengaja saya mencetak namanya di kaos...
Sampai beberapa tahun terakhir, jika dibandingkan dengan industri media, industri keuangan mendapat pengaruh perkembangan teknologi yang terbilang masih relatif kecil. Baru belakangan ini, sekelompok perusahaan memanfaatkan perkembangan teknologi untuk menantang sistem keuangan tradisional yang telah lama bercokol. Dua di antaranya adalah Bitcoin dan TransferWise. Nama yang disebut terakhir...
Ketika penerimaan migas tidak lagi mampu menjadi tulang punggung penerimaan negara, pemerintah mulai menggenjot penerimaan perpajakan. Pada prinsipnya, setelah membayar pajak, masyarakat harus bisa menikmati layanan pemerintah secara gratis. Semestinya, ketika membuat SIM atau bahkan kuliah di PTN, masyarakat tidak lagi harus dikenakan pungutan selain pajak. Namun, penerimaan perpajakan...
Kalau kamu orang Jawa, pasti kamu pernah mendengar mitos bahwa tidak elok untuk membeli perlengkapan bayi sebelum usia kandungan tujuh bulan, atau mungkin kamu termasuk yang mematuhi mitos tersebut. Demikian halnya dengan papa saya, yang bersikeras melarang anak-anaknya membeli perlengkapan bayi sebelum usia kandungan tujuh bulan. Beberapa orang percaya bahwa mitos ini hanyalah sesuatu...
© 2015 - blog-indonesia.com