Mutiara Zuhud Letakkan dunia pada tanganmu dan akhirat pada hatimu

http://mutiarazuhud.wordpress.com
Kami sampaikan tanpa cinta dunia
Dituduh mencela Ibnu Taimiyyah Salah seorang dari pengikut Wahabisme penerus kebid’ahan Ibnu Taimiyyah, sambil mencela kami, dia menuduh bahwa tulisan-tulisan kami telah mencela Ibnu Taimiyyah sebagaimana yang terungkap dalam gambar di atas. Sebaiknya janganlah kita terpancing berakhlak buruk juga seperti dengan membalas celaan mereka, merendahkan atau memperolok-olok mereka karena ketidak tahua...
Selamatkan NKRI dengan memerangi kesalahpahaman para penerus kebid’ahan Ibnu Taimiyyah Berikut kutipan status di jejaring sosial Facebook, dari KH Thobary Syadzily , salah satu cucu dari syaikh Nawawi al Bantani pada http://www.facebook.com/thobary.syadzily /posts/1134003016644324 ***** awal kutipan ***** TNI dan Banser harus bertindak tegas dan cepat terhadap golongan anti dan perusak NKRI. Jang...
Penyebab gemar menyalahkan muslim lain yang tidak sepaham dengan mereka Apakah yang menyebabkan mereka yang mengaku-ngaku berada di atas manhaj Salaf dan dinamakan oleh mereka sebagai Salafi, gemar menyalahkan atau bahkan mengkafirkan muslim lain yang tidak sepaham (sependapat) dengan mereka ? Salah satu ulama panutan bagi para pengikut Wahabisme penerus kebid’ahan Ibnu Taimiyyah yang dipanggil...
Ditengarai ada upaya sistematik untuk menyesatkan umat Islam dengan menjauhkan dari aqidah Asy’ariyah dan Maturidiyah Alhamdulillah, tulisan-tulisan kami di jejaring sosial Facebook yang mengandung link situs http://islamqa.info/id/107645 sudah dapat diakses (dibaca) kembali. Link situs tersebut kami sampaikan dan dikutip dalam tulisan-tulisan kami sebagai bukti otentik agar kami tidak dituduh m...
Kedustaan Khalid Basalamah bahwa Ayah dan Ibu Rasulullah menyembah berhala Cara efektif untuk mengadu domba umat Islam dan menghancurkan dari dalam adalah dengan hasutan untuk “kembali kepada Al Qur’an dan As Sunnah” bersandarkan mutholaah (menelaah kitab) secara otodidak (shahafi) dengan akal pikiran masing-masing. Rasulullah bersabda,“Barangsiapa menguraikan Al Qur’an dengan akal pikir...
Akibat termakan hasutan atau ghazwul fikri oleh kitab palsu Dalam sebuah diskusi di jejaring sosial Facebook, salah seorang pengikut Wahabisme penerus kebid’ahan Ibnu Taimiyyah telah memfitnah ulama tasawuf atau kaum sufi sebagaimana gambar di atas. Mereka memfitnah bahwa Syaikh Ibnu Arobi adalah tokoh sufi yang banyak diperbincangkan keburukannya dalam hal memalsukan hadits. Salah satunya menur...
Akibat berguru dengan orang yang mendalami ilmu agama secara otodidak Imam Malik ~rahimahullah berkata: “Janganlah engkau membawa ilmu agama (yang kau pelajari) dari orang yang tidak engkau ketahui sanad ilmu (sanad guru) dan dari orang yang mendustakan perkataan manusia (ulama) meskipun dia tidak mendustakan perkataan (hadits) Rasulullah shallallahu alaihi wasallam” Orang-orang yang mendustak...
Kesesatan Ibnu Taimiyyah diketahui dari penjelasan dan fatwa ulama dari mazhab yang empat Salah seorang pengikut Wahabisme penerus kebid’ahan Ibnu Taimiyyah menyampaikan pendapatnya bahwa “kisah tobatnya Ibnu Taimiyyah sungguh cerita sepihak yang sangat lucu dan tidak masuk akal. Ceritanya beda sekali dengan kisah tobatnya Al Imam Abul Hasan Al Asy’ari yang pertobatannya di persaksikan o...
Aqidah mereka berpegang pada perkataan Muawiyah bin al-Hakam as-Sulami yang baru masuk Islam Salah satu kebiasaan yang kurang baik dari para pengikut Wahabisme penerus kebid’ahan Ibnu Taimiyyah adalah mereka ada yang suka mengutip pendapat atau penjelasan dari para ulama terdahulu namun menyembunyikan bagian yang tidak dikehendakinya. Contohnya al-Albâni dalam catatan pinggirnya atas kitabnya M...
Mereka yang mencari Tuhan mengikuti Wahabisme penerus kebid’ahan Ibnu Taimiyyah Jangan heran kalau dalam diskusi di jejaring sosial seperti Facebook, para pengikut Wahabisme penerus kebid’ahan Ibnu Taimiyyah ada kita temukan mereka yang suka mencela dan menyalahkan muslim lain yang dalam memahami sfat Allah yang ditetapkanNya yang jika dipahami dengan makna dzahir akan mensifatkan Allah denga...
Dua cara memahami sifat Allah yang ditetapkanNya Sebaiknya janganlah mau dibohongi dan dibodohi oleh para pengikut Wahabisme penerus kebid’ahan Ibnu Taimiyyah bahwa mereka memahami sifat Allah yang ditetapkanNya tanpa takwil. Hal yang perlu kita ingat bahwa memahami atau menafsirkan dengan memaknai sifat Allah yang ditetapkanNya selalu dengan makna dzahir juga termasuk takwil yakni takwil de...
Istawa boleh dimaknai menguasai dan terlarang dimaknai menetap atau bertempat Imam al-Hâfizh al-Lughawiy Muhammad Murtadla az-Zabidi al Hanafi (w 1205 H) dalam kitabnya, Ithâf as-Sâdah al-Muttaqîn menyebutkan bahwa seorang yang menafsirkan Istawâ dengan Istawlâ tidak berbuat kesalahan apapun dan tidak mensifati Allah dengan sesuatu yang tidak boleh. Menurut Imam az-Zabidi penafsiran semacam...
Waspadalah aqidah Wahabisme penerus kebid’ahan Ibnu Taimiyyah berkedok ASWAJA Kalau firqah Syi’ah taqiyahnya sekedar tidak mengakui sebagai Syi’ah. Sedangkan firqah Wahabi ini dahulu mengaku sebagai al-Muwahhidun lalu mereka mengaku-ngaku sebagai “Ahlussunnah” namun pada kenyataannya dalam pengertian ahli membaca sunnah atau ahli membaca hadits secara otodidak (shahafi) Kemudian mereka...
Boleh takwil dengan majaz karena bacaan Al Qur’an dalam bahasa Arab Dalam sebuah diskusi di jejaring sosial Facebook salah seorang pengikut paham Wahabisme penerus kebid’ahan Ibnu Taimiyyah, tampaknya taqlid buta dan keukeuh (bersikukuh) mengikuti pemahaman atau pendapat ulama panutan mereka. Contohnya mereka berpendapat bahwa masalah takwil qoul marjuuh (lemah) sampai kapanpun tidak bisa dite...
Allah di atas segala sesuatu berbeda dengan Allah berada di atas segala sesuatu Para pengikut Wahabisme penerus kebid’ahan Ibnu Taimiyyah dalam tulisan-tulisan mereka atau dalam diskusi di jejaring sosial atau dunia maya (internet) sering mereka membombardir dengan link-link atau tautan yang merujuk kepada tulisan-tulisan ulama panutan mereka yang mengutip perkataan ulama salaf (terdahulu) maupu...
Mereka yang berpegang pada kitab Al Ibanah yang telah mengalami perubahan Sebelumnya telah disampaikan pada https://mutiarazuhud.wordpress.com/2016/ 03/10/taubat-dua-kali/ tentang mereka yang keukeuh (bersikukuh) mengikuti pemahaman Ibnu Taimiyyah yang dalam perkara akidah telah difatwakan sesat dan menyesatkan oleh qodhi empat mazhab sejak dahulu kala bahkan ada yang mengkafirkannya adalah karen...
© 2016 - blog-indonesia.com