SEJARAH KUNINGAN

http://aditya69.wordpress.com
Hana nguni hana mangke, tan hana nguni tan hana mangke.
Terbersit dalam pikiran saya ketika melihat realita kehidupan pemerintahan di Kuningan masa kini, di mana pemegang tampuk pemerintahan di Kuningan sejak akhir tahun 2013 mulai dipimpin Bupati dari kaum hawa (wanita) yaitu Ibu Utje, apakah ini artinya memang faktor kebetulan atau tidak, atau kodrat/takdir bahwa Kuningan di zaman lampau pun sebenarnya pernah diperintah kaum hawa yakni seorang ratu y...
Bila menilik kembali perjalanan panjang sejarah Kuningan, banyak sekali hal-hal yang bisa diungkapkan. Mengungkap berbagai aspek dari perjalanan sejarah itu dari berbagai sudut pandang. Tentunya akan membutuhkan waktu lama dan ruang yang besar bila harus membahas semua kondisi dari perjalanan sejarah Kuningan ini. Oleh karena itu saya hanya akan membatasinya pada persoalan keberhasilan-keberhasila...
Seperti yang sudah saya kupas dalam tulisan terdahulu, dan sekedar menggarisbawahi kembali apa yang sudah diuraikan itu bahwa pada intinya periode pemerintahan di Kuningan berlangsung dalam 4 katagori masa yang berurutan yaitu: 1. Masa pemerintahan Kelompok Suku (prasejarah) 2. Masa pemerintahan Kerajaan (Hindu) 3. Masa pemerintahan Keadipatian/Kadipaten (Islam) 4. Masa pemerintahan Kabupaten (Hin...
Saya sebagai warga Kab. Kuningan kiranya punya hak untuk berpendapat seputar Pembentukan Provinsi Cirebon yang di dalamnya akan memasukan Kab. Kuningan menjadi bagian dari propinsi ini. Sebagaimana sudah diketahui oleh publik bahwa Provinsi Cirebon akan menjadikan Kab/Kota Cirebon, Kab. Indramayu, Kab. Majalengka, dan Kab. Kuningan menjadi bagian provinsi baru (Prov. Cirebon) yang memisahkan diri...
Baru-baru ini saya begitu kaget, tetapi sekaligus juga gembira karena melihat ada nama plang jalan terbilang baru yang sepertinya baru dipasangkan dengan nama tulisan WINDU. Ya, ada jalan Windu sekarang di Kuningan yang membentang mulai Desa Karangtawang (di perbatasan dengan Desa Lengkong) ke arah Barat, yang berarti termasuk jalan raya Desa Karangtawang – Desa Winduhaji sampai ke Kelurahan...
Berikut ini saya susun silsilah Sang Adipati Kuningan (Raja Daerah Kuningan pada akhir abad XV – awal abad XVI Masehi) berdasarkan sumber sejarah yang ada. Mudah-mudahan ada manfaatnya, khususnya buat pengetahuan warga masyarakat Kuningan sendiri, dan para pembaca pada umumnya. Bilamana masih ada kekeliruan mohon sumbangsih saran/masukannya. Terima kasih Mengenai tokoh “Suralaya̶...
Saya masih selalu teringat dengan istilah kata tersebut di atas ketika masih di bangku kuliah mata pelajaran Sejarah Tradisional / Sejarah Lokal di bawah bimbingan Ibu Dra. Hj. Nina Herlina Lubis, M.S sekitar tahun 1991 (sekarang beliau sudah bergelar Prof. Dr.). Pada saat pembelajaran di ruang kuliah beliau memberikan pertanyaan tentang sifat & ciri seorang pemimpin yang dapat diangkat menjadi se...
Saya sangat terkesan dengan sebuah lagu mars Kab Kuningan yang baru dirilis dan dipublikasikan sekitar awal tahun 2010. Judul lagu tersebut adalah “Kuningan Tandang Maju Tanding”. Saya kutip sepenggal lirik lagu tersebut berikut ini : “Kuningan Tandang Maju Tanding, sumanget juang jadi pakarang pikeun ngawangun mapag mangsa kertaraharja” Menurut bagian Humas Setda Kuningan syair...
Menilik sejarahnya ibukota Jakarta ternyata nenek moyang orang Kuningan Jawa Barat pernah ikut andil dalam membangun pemukiman masyarakat di sana. Hal itu berawal ketika dulu, tepatnya tahun 1522, terjadi peristiwa penyerbuan pasukan Fatahillah dari kerajaan Demak untuk mengusir tentara Portugis di Batavia. Ikut bergabung di dalam pasukan tentara Fatahillah diantaranya sekelompok pasukan balabantu...
Orang Kuningan barangkali sudah tahu, ada jalan raya yang tergolong baru dibuat di seputaran kota Kab. Kuningan yakni jalan lingkar utara yang menghubungkan Jl. Pramuka (Sidapurna) ke arah utara menuju Cirendang dan juga ke perempatan Cijoho. Jalan tersebut ternyata selanjutnya diberi nama “Jl. Adipati” titik, tanpa ada nama embel-embel lagi di belakangnya. Yang membuat saya tertarik u...
Sekali lagi, saya masih menyayangkan dan turut prihatin atas kekurangtahuan masyarakat warga Kab. Kuningan yang masih “buta” akan sejarah daerahnya. Masalahnya memang selama ini pendidikan sejarah lokal Kuningan tidak dipopulerkan di bangku-bangku sekolah. Tidak hanya sekarang namun jauh-jauh sebelumnya juga entah berapa puluh tahun atau ratus tahun ke belakang kiranya Sejarah Kuningan...
Cara ini saya baca ketika berkunjung di blog sahabat, kemudian saya lihat widget alexa yang terpampang di sidebar blognya. Woowww…. backlinknya banyak sekali, hingga puluhan ribu. Sudah lama sebenarnya saya menemukan posting seperti ini, namun dulu saya sanksi apakah benar cara ini bisa berhasil menaikkan PR dan backlink. Setelah saya membacanya kembali dan masih kurang yakin atas backlink...
Ada satu pertanyaan yang kadang kalau teringat menjadi sesuatu masalah yang menggelitik & bahkan mengganggu pikiran. Hal itu berkaitan dengan temuan riil yang langsung saya saksikan sendiri ketika melihat kaos pramuka dari satuan penegak bantara yang berasal dari satu sekolah di Kab. Kuningan, tertulis di kaos itu nama tokoh sejarah yang ada di Kuningan yaitu: Sang Adipati Selawati. Dalam benak sa...
Menurut ceriteranya terlebih dahulu diambil dari sebagian sejarah Desa Cineumbeuy yang saat ini berbatasan di sebelah timur  Desa Cinagara, dengan riwayatnya antara lain sebagai berikut: Pada abad ke-18 Desa Cineumbeuy dikepalai oleh seorang kepala desa yang bernama Candranala. Suatu saat Candranala pergi meninggalkan Desa Cineumbeuy menuju ke arah Barat, sedangkan urusan pemerintahannya diserahk...
Banyak versi yang menceriterakan lahirnya nama desa Maleber. Salah satunya ceritera versi Haji Mabruri. Lahirnya nama Maleber berasal dari seorang anak yang ketakutan melihat kolam air mata air yang meluap secara tiba-tiba. Anak itu terkejut karena kejadiannya mendadak. Anak itu berlari sambil berteriak-teriak, “Ma…. leber !, Ma…. leber !, Ma…. leber !” Dari sinilah t...
Kira-kira tahun 1860-an, pemerintah Hindia Belanda mengadakan kerjapaksa (rodi) pembuatan dan perlebaran jalan antara Kuningan – Ciawigebang. Sungai Cileuweung pindah ke sebelah selatan jalan Luragung, dan tikungan yang disebut pertelon pindah ke tikungan Oleced (sekarang), dilanjutkan dengan kerjapaksa penanaman kopi. Pada waktu itulah pergantian nama kampung Manggari dan Danasuka diganti n...
© 2014 - blog-indonesia.com