Apakah mendung memayung di suram mataatau ini lapisan duka yang tak dapat kubuka?Hanya airmata akan menjernihkannya.Aku pelayat. Tak tamat mendengar iqamat.Terburu menabur bunga ke atas pusara.Telekung hitamkah menudung kepala atau semataselubung luka yang tak sanggup kulukar? Adalah jari mautyang lembut menautkannya kembali.Aku tak pantas kausebut peziarah : mereka yang berserah.Pulang terlebih dulu, sebelum tujuh langkah terbilang.2010... [Read Post]
More from Toko Sepatu :
Kami yang hidup : menyalakan lilin,membarakan segenap ingin,agar jiwa ini tak gampang redup.Kami tahu : kau hanya mati sekali.Seperti mimpi saat aku berjaga senantiasasebelum pagi.Dan sebelum tertidur, kami bernyanyi:memazmurkan kau yang abadi.2010...
17 Mar 2010 17:53
Peti mati itu : tubuh baru untukmu, yang mandiairmata dan taburan bunga mawar & melati.Liang lahat ini : kamar tidur paling sepi, tidak adalagi deru sepeda motor ngebut lewat mimpi.Lalu nisan adalah weker yang berdering tanpahenti. Mengingatkan kelahiran, perpisahan,kepergian, dan kenangan yang...
17 Mar 2010 14:22
Layaknya menonton film, saya pasti mencari nilai-nilai kehidupan yang unik dan universal bagi saya pribadi, juga mencari hal-hal yang menjadi titik pembeda dari sekian banyak film yang sedang diputar pada saat yang bersamaan. Beberapa waktu lalu, saya membawa keluarga dengan maksud menonton film ani...
17 Mar 2010 13:08
Tanah pekuburan masih diakrabi sepi, lalu lamat-lamatkau lihat di bagian bawah batang cemara sekumpulan lumutmulai menyemut; seperti pelayat dalam perkabungan tak rampung.Mendung mengembangkan payung, aku memegang tubuhyang terhuyung ; hampir tujuh langkah aku hitung.Betapa berat dan limbung menyaja...
17 Mar 2010 09:42
Punggungmu tak lagi bisa kukenali. Seperti tanganmenengadah, kau hanya menampakkan wajah - tapi bukan memandangku, hanya pada awanseakan ke sana lah engkau akan melangkah.Kau tak tersenyum, kali ini. Bibirmu membeku,seakan percakapan ini sudah seharusnya berhenti.Namun tangisan jadi bahasa yang pali...
15 Mar 2010 16:28





