… sujud di telapak kaki waktu-Mu, atas segala luka kenangan, hati yang ingkar. Ya, semua terserah titah-Mu. aku hanya boneka. tapi kenapa Kau beri aku mimpi-mimpi dan angan untuk Kau renggut dengan tiba-tiba. diri yang tak berpasrah. selalu penuh keluh kesah. Ya, semua terserah titah-Mu. putih hitam hati kami. bening berjelaga jiwa-jiwa kami. Ya, semua adalah kuasa-Mu. aku hanyalah kapas. aku hanyalah buih. aku hanyalah sebutir waktu dalam jam pasir. bagaimana aku berserah! Ya, semua terse... [Read Post]
More from J A L A I N D R A :
… jika esok tak pernah ada, aku hanya ingin menutup mata tuk terakhir kalinya di pangkuanmu, di pelukmu, di kecupmu dan kan kujemput Izrail di katup bibirmu.
08 May 2010 01:46
… aku akan memohon dalam ketanpadayakuasaanku agar angin-Nya menerbangkanku menujumu, hingga aku bisa membalut sakit dan membasuh lukamu.
08 May 2010 00:58
… bara api di genggaman. tangan melepuh. tapi Kau tetap saja berbisik. genggam. genggam. genggam. akan kuhembuskan nafas-Ku. pada saatnya nanti akan membeku. menjadi es. menjadi mutiara. menjadi danau. menjadi sungai. tapi Kau malah meniupkan badai-Mu. samudra api berkobar. aku tenggelam dalam...
06 May 2010 19:16
… seperti mengupas bawang, semakin mengupas lebih dalam, semakin ingin tahu, semakin yang kita temukan adalah air mata.. kekosongan.. kehampaan.. ketiadaan.. kehilangan..
06 May 2010 19:03
… Kukira aku adalah elang, dengan sayap angkuhnya akan menjelajah setiap badai dan pusaran angin, lalu akan hinggap di tempat manapun yang ingin kutuju. Tapi aku hanyalah sehelai kapas, terhempas, terombang-ambing badai MU, kuikuti kemana angin MU menuju, tanpa kuasa, tanpa daya. Tuhan, ba...
06 May 2010 17:03





