Perempuan mana yang tak merasa terpukul, saat "membanting tulang" di negeri jauh, suami di Tanah Air kawin lagi dengan modal uang hasil jerih payahnya --yang rutin dikirimkannya ke kampung. Rasa frustrasinya yang sudah tak tertahan, membuatnya... [Read Post]
More from Think Global Act Local :
Ada-ada aja Fay. Selagi Ibu meleng, ia menggunting rambutnya sendiri sampe cepak. Memang, rambut bob-nya sudah cukup panjang, dan mungkin membikinnya tak nyaman. Tapi... banyakan rambut yang diguntingnya sendiri, ketimbang rambut yang dirapikan salon. :(...
29 Jun 2006 16:39
Mencoba bertindak adil, yang bagus ya dibilang bagus... Sepengetahuan saya, banyak pihak mengeluhkan pelayanan publik di Indonesia yang "ancur-ancuran". Tapi yang saya temui di Sistem Adminstrasi Satu Atap (Samsat) Bumi Serpong Damai (BSD), Tan...
29 Jun 2006 12:20
Mak Enoy bukanlah siapa-siapa. Ia adalah warga senior Kota Bandung yang tinggal di Jalan Dago Pojok, Bandung Utara. Kegiatan rutinnya setiap hari setelah sholat subuh adalah menyapu jalanan dengan sapu lidi, dan beberapa halaman rumah tetangganya, tanpa b...
27 Jun 2006 18:04
Berikut ini cuplikan wawancara Ustad Abu Bakar Ba'asyir dengan para wartawan -dalam dan luar negeri; Wartawan: Anda menonton Piala Dunia? Ba'asyir: Piala Dunia apa? (Ba`asyir tampak bingung --Red.). Saya tidak mengikuti. (Digoda wartawan bahw...
27 Jun 2006 09:58
Di sekolah Fay, guru-guru tak pernah melarang atau memerintah secara langsung, melainkan melakukan "tawar-menawar" (bargain) dulu, terutama soal penggunaan waktu. Misalnya, saat beristirahat (rehat) sejenak, di antara dua pelajaran -yang biasa...
27 Jun 2006 09:26





