Aku lebih suka menyebutnya silaturahim, dimana aku mendatangi beberapa rumah warga untuk mendapatkan data. Aku bertanya2 tentang a, b, atau c kepada sekian rumah tangga yang terpilih sebagai sampel untuk mewakili suatu populasi. Mungkin orang2 di sana lebih suka menyebutnya survei, terdengar lebih cerdas dan intelek. Dan ketika aku sedang ingin merasa intelek, aku juga akan menggunakan diksi... [Read Post]
More from Its The Real Wee:
Aku lebih suka menyebutnya silaturahim, dimana aku mendatangi beberapa rumah warga untuk mendapatkan data. Aku bertanya2 tentang a, b, atau c kepada sekian rumah tangga yang terpilih sebagai sampel untuk mewakili suatu populasi. Mungkin orang2 di sana lebih suka menyebutnya survei, terdengar lebih cerdas dan intelek. Dan ketika aku sedang ingin merasa intelek, aku juga akan menggunakan diksi...
Aku lebih suka menyebutnya silaturahim, dimana aku mendatangi beberapa rumah warga untuk mendapatkan data. Aku bertanya2 tentang a, b, atau c kepada sekian rumah tangga yang terpilih sebagai sampel untuk mewakili suatu populasi. Mungkin orang2 di sana lebih suka menyebutnya survei, terdengar lebih cerdas dan intelek. Dan ketika aku sedang ingin merasa intelek, aku juga akan menggunakan diksi...
Aku lebih suka menyebutnya silaturahim, dimana aku mendatangi beberapa rumah warga untuk mendapatkan data. Aku bertanya2 tentang a, b, atau c kepada sekian rumah tangga yang terpilih sebagai sampel untuk mewakili suatu populasi. Mungkin orang2 di sana lebih suka menyebutnya survei, terdengar lebih cerdas dan intelek. Dan ketika aku sedang ingin merasa intelek, aku juga akan menggunakan diksi...
Aku lebih suka menyebutnya silaturahim, dimana aku mendatangi beberapa rumah warga untuk mendapatkan data. Aku bertanya2 tentang a, b, atau c kepada sekian rumah tangga yang terpilih sebagai sampel untuk mewakili suatu populasi. Mungkin orang2 di sana lebih suka menyebutnya survei, terdengar lebih cerdas dan intelek. Dan ketika aku sedang ingin merasa intelek, aku juga akan menggunakan diksi...
Aku lebih suka menyebutnya silaturahim, dimana aku mendatangi beberapa rumah warga untuk mendapatkan data. Aku bertanya2 tentang a, b, atau c kepada sekian rumah tangga yang terpilih sebagai sampel untuk mewakili suatu populasi. Mungkin orang2 di sana lebih suka menyebutnya survei, terdengar lebih cerdas dan intelek. Dan ketika aku sedang ingin merasa intelek, aku juga akan menggunakan diksi...




